
- Kedelai
Di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, kedelai digunakan terutama sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Bahan pangan dan minyak makan dari kedelai masing-masing menempati sekitar dua pertiga dan sepertiga dari nilai ekonomi kedelai. Minyak kedelai merupakan minyak makan penting, secara global menyumbang 25% minyak nabati (Thoenes 2006). Sejak awal tahun 2000 minyak kedelai juga digunakan sebagai bahan bioenergi berupa minyak diesel. Produk olahan kedelai sebagai bahan makanan berasal dari berbagai proses, termasuk fermentasi, nonfermentasi, dan fortifikasi. Makanan fermentasi berupa tempe, kecap, tauco, miso, natto, tahu, dan susu kedelai. Produk nonfermentasi antara lain kedelai segar, tahu, susu kedelai, kembang tahu, burger, es krim, daging sintetik, bakon sintetik dan campuran kue dan roti. Bahan fortifikasi berasal dari tepung kedelai yang kaya gizi (Burssens et al. 2011).
Kedelai sebagai sumber pangan fungsional mengandung komponen penting yang berguna untuk kesehatan, termasuk vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P). Lemak kedelai mengandung 15% asam lemak jenuh dan sekitar 60% lemak tidak jenuh yang berisi asam linolenat dan linoleat, keduanya diketahui membantu menyehatkan jantung dan mengurangi risiko terkena kanker (Anonim 2006).
Komponen fungsional kedelai dan fungsi kesehatan.
- Asam alfa linolenat Asam lemak esensial, hypotriglyceridemia, menjaga kesehatan jantung.
- Asam linoleat Asam lemak esensial, hypocholesterolemia
- Isoflavon Estrogenik, hypocholesterolemia, meningkatkan fungsi saluran cerna, mencegah kanker payudara, mencegah kanker prostat, mencegah kanker usus besar, kesehatan tulang, meningkatkan metabolism lemak.
- Lesitin Meningkatkan metabolisme lemak, memperbaiki daya ingat dan kemampuan belajar. 5. Lectin Anti kanker dan immunostimulator
- Peptida Mudah diserap, mengurangi lemak tubuh, anti kanker
- Phytosterols Hypocholesterolemia, anti kanker
- Protein Hypocholesterolemia, memperkecil risiko penyumbatan pembuluh darah (antiatherogenik), mengurangi lemak tubuh, mencegah penyakit kardiovaskuler
- Saponin Mengatur metabolism lemak, mencegah efek penyakit HIV, antioksidan.
- Protease inhibitor Mempunyai aktivitas anti kanker.
Comments
Post a Comment