local food 1

  • Semur



Semur adalah makanan khas Jakarta, yang sering kita kenal sebagai semur jengkol betawi, di betawi jengkol adalah makanan yang banyak dikonsumsi. Hidangan semur menjadi sajian sehari-hari di Indonesia. Tak heran apabila semur ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dengan ragam cita rasanya. Semur sebagai merupakan contoh seni kuliner sebagai hasil interaksi berbagai suku bangsa di Indonesia yang diwariskan secara turun-menurun dalam suatu masyarakat tertentusebagai salah satu identitas. Jadi dapat dikatakan bahwa Semur adalah juga  sebuah bagian identitas budaya kuliner Indonesia.semur jengkol akhirnya menjadi kuliner khas Betawi.
Jika awalnya semur identik dengan daging sapi, kita sekarang bisa menemukan semur daging kambing, ayam, telur, tahu, tempe, jengkol,terong, dan bahkan ikan.Jika awalnya semur identik dengan daging sapi, kita sekarang bisa menemukan semur daging kambing, ayam, telur, tahu, tempe, jengkol,terong, dan bahkan ikan.semur jengkol ada, Karena dahulu, hampir di setiap pekarangan rumah orang Betawi pasti ditemukan jengkol. Jengkol menjadi bahan panganan lezat yang berharga murah. Makanya orang-orang Betawi lebih suka menggunakan jengkol, tahu, tempe sebagai bahan dasar semur ketimbang daging yang notabene lebih mahal. Namun, pada perkembangannya, harga jengkol yang kian langka kini malah harganya bersaing dengan harga daging.
Semur Jengkol mengandung energi sebesar 77 kilokalori, protein 1,8 gram, karbohidrat 12,1 gram, lemak 2,4 gram, kalsium 0,02 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 0,7 miligram.  Selain itu di dalam Semur Jengkol juga terkandung vitamin A sebanyak 824 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 40 gram Semur Jengkol, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Semur Jengkol :

Nama Bahan Makanan : Semur Jengkol
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Semur Jengkol yang diteliti (Food Weight) = 40 gr
Bagian Semur Jengkol yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Semur Jengkol = 77 kkal
Jumlah Kandungan Protein Semur Jengkol = 1,8 gr
Jumlah Kandungan Lemak Semur Jengkol = 2,4 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Semur Jengkol = 12,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Semur Jengkol = 0,02 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Semur Jengkol = 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Semur Jengkol = 0,7 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Semur Jengkol = 824 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Semur Jengkol = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Sem Semur Jengkol = 0 mg
Khasiat / Manfaat Semur Jengkol : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : S
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 

serta sumber lainnya.

SATE LILIT


Sate Lilit adalah sebuah varian sate asal Bali. Sate ini terbuat dari daging babiikanayamdaging sapi, atau bahkan kura-kura yang dicincang, kemudian dicampur dengan parutan kelapasantan, jeruk nipis, bawang merah, dan merica. Daging cincang yang telah berbumbu dilekatkan pada sebuah bambu atau tebu, kemudian dipanggang di atas arang. Tidak seperti sate lainnya yang dibuat dengan tusuk sate yang sempit dan tajam, tusuk sate lilit berbentuk datar dan lebar. Permukaan yang lebih luas memungkinkan daging cincang untuk melekat. Istilah lilit dalam bahasa Bali dan Indonesia berarti "membungkus", yang sesuai untuk cara pembuatan sate ini.

SEJARAH SATE LILIT



Simbol Pusat Kehidupan & Syarat Kejantanan Pria.

Sate lilit untuk sesaji ini dibuat oleh kaum pria, mulai dari menyembelih hewannya, meracik adonannya, sampai melilit, dan mematangkannya. Membuat sate lilit bagi pria, juga melambangkan kejantanannya. Di masa lalu, orang akan mempertanyakan kejantanan seorang pria yang tak bisa membuat sate lilit. Pada upacara besar, sate lilit dibuat di balai desa, dikerjakan oleh 50-100 orang pria. Bambu atau pelepah kelapa sebagai tempat melilitkan daging dibentuk tebal mirip pensil. Jadi bukan dari serai. Melilitkan sate bukan dengan cara menyelubungi tangkai kayunya, tetapi betul-betul dililit dari atas ke bawah sambil memutar tangkai bambunya sehingga daging terlilit sempurna. Memanggang sate lilit di masa lalu bukan dijajarkan di atas bara api, tetapi ditusukkan satu per satu di ujung batang pisang sebelum dibakar sehingga sate lilit tak langsung menyentuh api.

Sate lilit bali merupakan masakan khas dan otentik Bali.

Merupakan makanan dalam sesaji umat Hindu Bali pada upacara adat. Salah satunya upacara Caru, penghormatan dan penghargaan kepada para dewa bagi penganut Hindu Bali. Upacara ini bertujuan menjaga keseimbangan alam semesta. Dalam sesaji, jumlah sate yang disajikan harus ganjil, misalnya 3-5 tusuk.

Penyajiannya diikat jadi satu, diletakkan di antara 4 jenis lawar. Lawar putih, merah, hijau, dan hitam. Keempat lawar ini menyimbolkan empat arah mata angin. Setiap arah mata angin dijaga dewanya sendiri-sendiri.


KARAKTERISTIK SATE LILIT

Sate khas Bali ini dibuat dengan cara daging yang sudah dihaluskan, dililitkan pada batang daun serai atau tangkai bambu. Daging yang digunakan bukan hanya daging ayam, bisa juga ikan tenggiri

Hidangan yang biasanya disajikan dengan tusukan dari bambu ini sudah mendarah daging di Indonesia. Hampir semua wilayah di Nusantara memiliki variasi satenya sendiri, termasuk Bali. Sate yang paling terkenal di Bali adalah sate lilit yang terbuat dari daging ikan. Rasanya yang gurih juga manis membuat sate ini dicintai banyak orang, termasuk wisatawan dari mancanegara, lho.
Menggunakan Batang Serai
Saat dilihat sekilas, sate lilit memiliki tampilan yang cukup berbeda dengan sate kebanyakan yang dapat kita temui di seluruh pelosok negeri. Perbedaannya ada pada tusuk sate yang digunakan.
Sate lilit dimasak menggunakan batang serai sebagai tusuk satenya. Walau sekarang lebih banyak menggunakan bambu sebagai tusuk satenya, sih. Cara memasaknya dengan cara menyematkan gumpalan daging sate pada batang serai yang masih hijau. Serai dipilih sebagai tusuk sate karena bisa mengeluarkan aroma yang memperkuat cita rasa sate lilit. Sehingga rasanya lebih nikmat dan berempah.
Supaya daging sate tidak mudah lepas, daging harus disematkan atau dililit ke batang serai dengan benar, bulat, serta padat. Barulah kemudian sate dibakar di atas bara api sambil sesekali diolesi santan kental.
Berbahan Dasar Ikan
Selain tusuk satenya, daging yang digunakan untuk membuat sate lilit pun berbeda. Bukan ayam, sapi, atau kambing, melainkan ikan laut. Biasanya, jenis ikan yang dipilih adalah ikan kakap, tuna, atau tenggiri, karena dikenal memiliki cita rasa yang lezat dan mudah dipadupadankan dengan bumbu dan rempah.
Nah, untuk bumbunya sendiri, biasanya bawang merah, bawang putih, kemiri, daun jeruk, kencur, ketumbar, kunyit, jahe, cabai merah, santan, dan serai. Hasilnya, daging sate jauh dari kata amis dan terasa gurih dengan sedikit rasa pedas. Sentuhan bumbu yang diracik dengan takaran yang tepat membuat sate ini mudah mendapat tempat di hati masyarakat. Bahkan banyak wisatawan yang mengaku jatuh hati dengan sate lilit ikan khas Bali.
Karena berbahan dasar daging ikan, panganan yang satu ini aman dikonsumsi oleh semua umat beragama. Tapi kini banyak juga yang memvariasikan sate lilit dengan menggunakan daging lain, seperti ayam, babi, atau sapi.

ZAT GIZI SATE LILIT
Zat Gizi                        Nilai Gizi                            Nilai Gizi per Porsi
Lemak                          18 g                                    3 g
Protein                         19 g                                    3 g
Karbohidrat                  3 g                                      0 g
      Kalori                            250 kkal                           45 kkal





Comments