- Dragon Fruit ( Buah Naga )

SEJARAH
Buah naga (dragon fruit) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus.Buah ini awal nya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia.
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga).
MANFAAT
1.Buah naga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik dan kesehatan dengan fungsi meningkatkan penglihatan dan mencegah hipertensi, meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kanker.
2. Buah naga dapat disajikan sebagai sayur yang lezat, memiliki gizi tinggi, segar, kaya vitamin C. Suatu hasil riset mengemukakan bahwa sulur buah naga yang masih muda sangat kaya akan gizi, dan kandungan vitamin C.
3. Disebut sebagai “Raja buah”, buah naga memiliki warna merah yang cerah dengan bentuk menarik. Dagingnya berwarna putih atau merah, terasa manis , dengan aroma ringan. Tingkat kemanisan buah naga adalah 16-18 derajat briks, lebih baik dari melon.
4. Buah naga dapat sebagai minuman, dapat disajikan dalam jus buah dan salad buah atau dibuat menjadi selai. Buah ini juga dapat dijus dan sebagai campuran untuk membuat minuman yang sangat lezat.
5.Perlindungan lingkungan. Buah naga menyerap C02 di malam hari dan melepaskan oksigen untuk membersihkan udara.
NUTRISI
Buah naga memiliki rasa yang yang enak, manis, kadang- kadang sedikit asam, dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah, serta sebagai campuran makanan dan minuman lainnya. Secara umum, kandungan nutrisi dari buah naga adalah: Air 90,20% ,Karbohidrat 11,50%, Protein 0,53% ,Lemak 0,40%, Serat 0,71%, Calcium 6-10 mg/100g, Fosfor 8,70%, Vitamin C: 9,40%. Untuk jenis yang berdaging buah merah, mengandung beta carotene yang berfungsi sebagai antioksidan. Warna merah berasal dari pigmen alami yang dikenal sebagai hylocerenin dan isohylocerenin dan juga membuat berbagai hidangan berwarna merah cantik ketika disajikan.
(http://kampungputraagro.com/blog/karakteristik-dan-jenis-buah-naga-di-indonesia)
(https://jabar.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-teknologi/640-buah-naga )\
- Bawang Putih (Garlic)
Bawang putih adalah jenis tanaman berbentuk umbi. Bawang putih merupakan jenis bawang-bawangan yang berwarna putih atau kuning. Bawang putih dilapisi dengan kulit yang keras. Berbeda dengan jenis bawang lainnya, bawang putih tidak berbentuk seperti buku. Bawang putih berbentuk umbi yang utuh. Bawang putih mempunyai karakteristik khas yakni beraroma tajam dan memiliki rasa pedas. Bawang putih cukup mudah ditemui di negara tropis seperti Indonesia dan negara-negara di Asia. Hal ini dikarenakan bawang putih telah menjadi bahan bumbu utama untuk masakan Asia dan mudah tumbuh di negara tropis. Bawang putih mempunyai banyak manfaat, bahkan daunnya juga menjadi bahan utama dalam bumbu masakan.
BAWANG PUTIH (Allium sativum) merupakan tanaman dari genus Allium yang umbinya banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan pengobatan herbal. Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa. Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan maupun pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia. Bawang mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yang membuat bawang putih mentah terasa getir
Bawang putih telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai peradaban dunia. Namun belum diketahui secara pasti sejak kapan tanaman ini mulai dimanfaatkan dan dibudidayakan. Awal pemanfaatan bawang putih diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Hal ini didasarkan temuan sebuah catatan medis yang berusia sekitar 5000 tahun yang lalu (3000 SM). Dari Asia Tengah kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sehingga bagi bangsa Indonesia bawang putih merupakan tanaman introduksi.
Bangsa Sumeria telah mengenal bawang putih untuk pengobatan, sekitar tahun 2600–2100 SM. Sedangkan bangsa Mesir Kuno, dalam Codex Ebers (1550 SM), mengenal bawang putih sebagai bahan ramuan untuk mempertahankan stamina tubuh para pekerja dan olahragawan. Orang Yahudi kuno mempelajari pemanfaatan bawang putih dari Bangsa Mesir dan menyebarkannya ke semenanjung Arab. Penduduk Romawi diketahui telah lama mengkonsumsi bawang putih terutama, para tentara dan budak. Penduduk Cina dan Korea sudah biasa memanfaatkan bawang putih sebagai obat dan pengusir roh jahat (Banerjee dan Maulik, 2002; Yarnell, 1999). Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi Kuno sangat memuji dan menggunakan bawang putih.
Darimana tanaman bawang putih berasal? Tidak diketahui secara pasti asal-usul tanaman umbi berbau menyengat ini. Menurut Mrs. M. Grieve dalam karya bukunya yang beijudul ” A Modem Herbal ” mengatakan bahwa bawang putih didapati dari belahan dunia bagian utara dan selatan Siberia dan kemudian berkembang sampai ke selatan negara Eropa, tumbuh secara liar di Sicily. Mrs. M. Grieve menambahkan bawang putih kini tumbuh meluas di negara-negara seluruh penjuru dunia. Bawang Putih (Allium Sativum ) telah masuk dalam buku-buku sejarah China terdahulu sekitar tahun 2000 SM. Selain itu ia juga disebut dalam kebanyakan dalam karya-karya sastra seperti Shakespeare, Chancer dan Danten. Bawang putih pada zaman dahulu dikaitkan menjadi sebuah benda mistis pada sebuah kepercayaan agama tertentu, namun hal itu sirna seiring berkembangnya zaman. Kini bawang putih dipercaya sebagai obat penawar berbagai jenis penyakit kronis, seperti penyakit tekanan darah tinggi, kencing manis, radang, panu dan lain sebagainya.
Kandungan Senyawa BAWANG PUTIH
Khasiat bawang putih memang diketahui sangat berguna untuk kesehatan manusia kerana membantu dalam membunuh parasit, membantu dalam sistem pernafasan. Bawang putih telah digunakan sejak jaman dahulu kala di China sebagai tumbuhan herbal untuk kesehatan manusia. Kajian sains menunjukkan setiap 100 gram bawang putih mengandung 623 kJ kalori, karbohidrat (33 g), gula (1 g), serat (2.1 g), lemak (0.5 g), protein (6.39 g), beta karotin ( 5 microgram), thiamine (vitamin B1) (0.2 microgram), riboflavin (vitamin B2) (0.11 microgram), niacin (0.7 mucrogram), asid panthitenik (0.59 microgram), Vitamin B6 (1.2535 micragram), folate (3 microgram), vitamin C (31.2 mg), kalsium (181 mg), zat besi (1.7 mg), magnesium (25 mg), fosforus (153 mg), kalium (401 mg), natrium (17 mg) dan zink (1.16 mg). Kandungan zat lain didalam bawang putih adalah mangan (1.672 mg) dan selenium (14 micrograms). Kandungan berbagai macam nutrisi tersebut bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.
Manfaat dan Kegunaan BAWANG PUTIH
Bawang putih merupakan jenis tanaman budidaya yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Umbi ini wajib ada disetiap rumah tangga di Indonesia, hampir semua jenis masakan Indonesia menggunakan bawang putih sebagai bumbu tambahan. Biasanya bawang putih dimemarkan, dirajang, diiris tipis atau digiling dan dicampur bumbu lainnya untuk menyedapkan rasa masakan.
Selain untuk dikonsumsi, umbi bawang putih dapat dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati tekanan darah tinggi, gangguan pernafasan, sakit kepala, ambeien, sembelit, luka memar atau sayat, cacingan, insomnia, kolesterol, flu, gangguan saluran kencing, dan lain-lain. Sedangkan berdasarkan penelitianpenelitian ilmiah yang telah dilakukan, umbi bawang putih dapat digunakan sebagai obat anti-diabetes, anti-hipertensi, anti-kolesterol, anti-atherosklerosis, anti-oksidan, anti-agregasi sel platelet, pemacu fibrinolisis, anti-virus, anti-mikrobia, dan antikanker. Senyawa bioaktif utama bawang putih adalah alliin, allisin, ajoene, kelompok allil sulfida, dan allil sistein. Efek samping dan toksisitas bawang putih tidak ditemukan sehingga, aman untuk dikonsumsi.
Sedikit info tambahan Bawang putih sebaiknya disimpan dalam suhu ruang dan kering. Bawang putih cukup tahan lama hingga dua atau tiga minggu dalam keadaan belum terkupas dan kering. Apabila Anda ingin menyimpan bawang putih kupas, berikut caranya :
·Kupas bawang putih dan cuci bersih lalu keringkan dengan cara diangin-angin. Simpan dalam toples dan masukkan kulkas. Cara penyimpanan ini tahan hingga sepuluh hari;
·Kupas bawang putih, tumbuk dalam keadaan kering, lalu tumis hingga setengah matang. Sisakan sedikit minyak, simpan dalam toples rapat dan masukkan kulkas. Cara penyimpanan ini tahan hingga seminggu;
·Kupas bawang putih, iris tipis, goreng hingga kering dan renyah. Simpan dalam toples kedap udara dan letakkan di ruangan yang kering. Bawang putih goreng tahan hingga dua bulan dalam keadaan kering. Cara ini digunakan untuk menyimpan persediaan bawang putih goreng sebagai taburan masakan.
Pengolahan bawang putih untuk masakan bermacam-macam jenisnya. Bawang putih bisa menjadi bumbu halus yaitu ditumbuk atau dihaluskan dengan bahan lain, dicincang halus maupun kasar untuk tumisan, atau diiris tipis untuk bumbu kasar dan hiasan. Bawang putih hendaknya tidak terlalu banyak digunakan dalam masakan untuk menghindari bau angir dan menusuk hidung.
Sumber:
http://www.kerjanya.net/faq/17920-bawang-putih.html
https://mitalom.com/sekilas-tentang-bawang-putih-dan-sejarah-persebarannya/
Sumber:
http://www.kerjanya.net/faq/17920-bawang-putih.html
https://mitalom.com/sekilas-tentang-bawang-putih-dan-sejarah-persebarannya/
- BASIL
Basil merupakan tanaman rempah-rempah yang dapat digunakan daun, bunga dan bijinya. Basil memiliki bau yang khas, dengan bentuk yang mirip kemangi sehingga banyak orang yang mengira bahwa basil dan kemangi itu adalah sama. Basil biasa digunakan untuk makanan khas Italia, China India dan Thailand. Di Indonesia, basil sering digunakan bijinya sebagai bahan campuran minuman. Di beberapa tempat, basil juga digunakan untuk upacara keagamaan dan aroma terapi.
Penggunaan basil sebenarnya tidak hanya digunakan untuk bahan makanan semata. Selain berfungsi sebagai rempah, basil ternyata memiliki banyak kandungan nutrisi atau gizi sehingga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Hal tersebut didukung dengan banyaknya penelitian tentang kandungan dan manfaat daun basil.
Kandungan Nutrisi yang Terkandung pada Basil
Kandungan utama:
- Protein
- Karbohidrat
- Lipid
- Serat
- Kalsium
- Zat besi
- Magnesium
- Fosfor
- Kalium
- Natrium
- Zinc
- Vitamin C (asam askorbat)
- Thiamin
- Riboflavin
- Niasin
- Vitamin B6
- Folat
- Vitamin A
- Vitamin E
- Vitamin K
Berdasarkan kandungan tersebut, dapat diperkirakan seperti apa manfaat dari daun basil. Selain nutrisi yang terdapat dalam kandungan basil, ternyata basil memiliki kandungan lain yang dapat memberikan efek kesehatan pada tubuh manusia yang sangat berguna.
Manfaat & Khasiat Basil bagi Kesehatan Manusia
Melindungi hati
Daun basil memiliki kandungan flavonoid (vivenin dan orientin). Kandungan tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi hati.
Anti bakteri
Kandungan minya atsiri, atau sitronelol, citral, eugenol, linalool, terpinol dan limonene pada daun basil memiliki fungsi melawan bakteri yang masuk kedalam tubuh. Dengan kata lain daun basil dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri.
Menjaga DNA
Daun basil memiliki kandungan flavonoid. Ternyata flavonoid mempunyai manfaat menjaga tidak mudah rusaknya DNA, sehingga dapat menjaga sel dari kerusakan. Kerusakan DNA biasanya melalui infeksi, terutama virus.
Melindungi mata
Kandungan Vitamin A, betakaroten, cryptoxhantin, zeaxhantin dan lutein pada daun basil memuliki efek melindungi mata terutapa dari paparan langsung sinar ultraviolet.
Membantu pembekuan darah
Kandungan vitamin K dari daun basil memiliki manfaat dalam membantu proses pembekuan darah (penghentian perdarahan) pada luka-luka kecil. Hal tersebut sebagaiman vitamin K digunanakan difasilitas-fasilitas kesehatan.
Daya tahan tubuh
Tanaman basilo memiliki kandungan vitamin C. Seprti yang kita ketahui, salah satu manfaat vitamin C adalah berfungsi dalam menjaga daya tahan tubuh.
Melindungi jantung
Kandungan kalium dari basil memiliki fungsi menjaga irama detak jantung, termasuk komponen cairan darah yang membutuhkan fungsi dari kandungan magnesium, mangan dan tembaga.
Mengurangi nyeri sendi
Kandungan Eugenol pada tanaman basil dapat mengurangi nyeri sendi terutama akibat penyakit rematik dan osteoartritis.
Anti radang
Selain sebagai antinyeri, ternyata basil memeiliki manfaat anti radang guna mencegah radang pada permukaan kuli, mulut, tenggorokan, saluran cerna dan saluran napas.
source:https://www.google.com/search?q=basil+adalah&oq=basil+adalah&aqs=chrome..69i57j0l5.2275j0j8&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Comments
Post a Comment