PALA
Pala adalah jenis rempah-rempah berharga tinggi yang digunakan di seluruh dunia. Pala atau dikenal dengan nama nutmeg dalam Bahasa Inggris didapat dari gilingan biji buah pala. Memang buah pala yang dimanfaatkan hanya bijinya. Pala digunakan untuk menambah rasa pedas dan berempah dalam masakan atau minuman. Pala banyak dihasilkan di daerah Maluku terutama di Halmahera. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang diekspor ke Eropa. Pala mampu membantu menghangatkan tubuh dan membuat sedap masakan. Pala berbentuk bulat dan keras serta berwarna kehitaman. Pala dapat bertahan lama dalam keadaan kering sehingga bumbu ini merupakan item wajib di dapur ibu-ibu nusantara. Pala dapat disimpan kering atau dijadikan bubuk.
Pala berasal dari kepulauan Banda. Jika bukan karena buah Pala, bisa jadi pulau ini takkan pernah terdengar namanya. Pala adalah jiwa, sejarah, dan ekonomi kepulauan Banda. Selama berabad lamanya, inilah satu-satunya tempat di dunia yang menghasilkan buah Pala, dan dikirim jauh sekali ke berbagai belahan dunia.
Fungsi
Pala mengandung zat kalsium dan magnesium yang bagus untuk perkembangan tulang dan membantu menjaga kesehatan organ-organ tubuh. Pala berfungsi sebagai penghangat tubuh dan menjaga metabolisme serta membantu proses detoksifikas alami. Saat ini, pala juga sedang diteliti dan dikembangkan sebagai penghambat sel kanker darah karena mengandung semacam minyak esensial. Pala juga baik untuk kesehatan kulit dan menjaga sirkulasi darah.
Untuk urusan kuliner, pala tidak perlu dipertanyakan lagi. Pala terbukti menambah aroma dan rasa rempah yang kuat dalam masakan. Contoh masakan menggunakan pala adalah bakso, sop, rolade, patty, dan sebagainya. Pala juga terkadang digunakan untuk menghangatkan tubuh dengan ditambahkan dalam minuman hangat berempah. Pala berkhasiat pula untuk menghilangkan bau tidak sedap dalam bahan masakan misalnya ikan.
Cara Mengolah
Pala bisa disimpan di dalam toples tertutup atau wadah terbuka dalam waktu lama bahkan bertahun-tahun. Pala sebaiknya disimpan dalam kondisi kering berbentuk utuh atau gilingan bubuk. Pala juga bisa disimpan bersama dengan buahnya namun biasanya tidak terlalu tahan lama.
Menggunakan pala dalam masakan juga cukup mudah. Pala hanya perlu ditumbuk atau diparut lalu digiling kembali bersama bumbu halus lainnya. Cara lainnya adalah menyimpan pala bubuk dan menaburkan dalam masakan. Dengan begitu, pala lebih mudah tercampur di dalam masakan. Untuk minuman, pala bisa ditambahkan dalam kondisi sudah digiling halus atau bubuk.
Kandungan nutrisi dalam buah pala
Dalam 100 gram buah pala terdapat 525 kalori. Berikut adalah kandungan zat gizi yang bisa Anda dapatkan dari sekitar 100 gram buah pala.
- Lemak total: 36 gram atau 56 persen dari angka kebutuhan gizi (AKG) harian
- Protein: 6 gram atau 12 persen dari AKG
- Sodium: 16 miligram atau 1 persen dari AKG
- Zat besi: 17 persen dari AKG
- Kalsium: 18 persen dari AKG
- Vitamin A: 2 persen dari AKG
- Vitamin C: 5 persen dari AKG
Manfaat buah pala
Setelah mengetahui kandungan nutrisi dalam buah pala, berikut beberapa manfaat buah pala untuk kesehatan tubuh.
1. Meningkatkan kesehatan otak
Manfaat buah pala yang pertama adalah untuk menjaga kesehatan otak. Buah pala mengandung senyawa myristicin dan macelignan. Senyawa ini dapat mengurangi kerusakan sistem saraf dan fungsi kognitif yang umumnya dimiliki pasien demensia.
Penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat memperlambat efek tersebut dan menjaga otak Anda tetap berfungsi dengan normal. Selain itu, buah pala juga dapat meningkatkan konsentrasi Anda dan menghilangkan kelelahan serta stres.
2. Mengurangi rasa sakit
Salah satu komponen buah pala mirip dengan mentol, yaitu sama-sama mampu menghilangkan rasa sakit secara alami. Oleh karena itu, dengan menambahkannya sebagai bumbu masakan, Anda bisa mengurangi rasa sakit yang terkait dengan luka, ketegangan, dan peradangan kronis.
3. Mengatasi masalah pencernaan
Serat yang terdapat pada buah pala dapat merangsang proses pencernaan dengan mendorong gerakan peristaltik pada otot polos usus.
Selain itu, merangsang sekresi berbagai cairan lambung dan usus yang memudahkan proses pencernaan. Kandungan serat pada buah pala juga dapat membantu masalah pencernaan seperti diare,sembelit, dan perut kembung.
4. Menjaga kesehatan mulut
Sifat antibakteri yang dimiliki buah pala, secara efektif dapat membantu membersihkan bakteri penyebab bau mulut atau halitosis.
5. Mengobati Insomnia
Buah pala mengandung magnesium yang tinggi. Magnesium adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh dalam mengurangi ketegangan saraf bahkan merangsang pelepasan serotonin, yaitu hormon yang menciptakan rasa rileks.
Serotonin berubah menjadi melatonin di otak, yang merupakan pendorong tidur, sehingga membantu seseorang menghilangkan insomnia atau kegelisahan di malam hari.
6. Membantu mengeluarkan racun dari tubuh
Buah pala dapat bertindak sebagai tonik, yaitu zat yang bisa mengeluarkan racun-racun tubuh. Oleh sebab itu buah pala mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Buah pala dapat membantu menghilangkan racun yang tersimpan atau terakumulasi di hati dan ginjal. Manfaat buah pala ini mampu membuat organ-organ tubuh bersih dari racun yang tersimpan, misalnya aja seperti alkohol, obat-obatan, polusi, atau makanan.
Selain itu, senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dapat membantu melarutkan batu ginjal dan meningkatkan fungsi dari ginjal dan hati.
7. Merawat kulit
Manfaat buah pala dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, belum sepenuhnya dipahami. Namun obat herbal dan tradisional sudah lama menggunakannya. Umumnya, buah pala diaplikasikan pada kulit dengan dicampur oleh air atau madu.
Selain itu, manfaat buah pala yang lain adalah mampu mengurangi peradangan dan iritasi pada kulit, meningkatkan kelembapan kulit, serta mengurangi bekas jerawat, cacar atau bisul.
8. Mengendalikan tekanan darah
Kandungan mineral dalam buah pala efektif dalam menjaga fungsi organ. Kalium yang terkandung dalam buah pala, dapat membantu meregangkan pembuluh darah, sehigga dapat mengurangi tekanan darah dan menurunkan ketegangan pada sistem kardiovaskular.
Kalsium yang ditemukan dalam buah pala dapat meningkatkan kesehatan tulang Anda dengan berperan pada perbaikan dan pertumbuhan, serta mengurangi gejala osteoporosis. Kandungan zat besi dapat meningkatkan jumlah sel darah merah Anda dan mengurangi kemungkinan Anda terkena gejala kekurangan zat besi atau anemia
2. TERIGU
Menurut Bogasari sejarah asal muasal gandum memiliki pemahaman yang beragam. Satu pemahaman berpegangan bahwa tanaman gandum pertama kali ditemukan didalam kawasan Asia oleh seorang mahasiswa arkeologi Universitas Chicago yang menemukan dua jenis gandum di antara puing-puing reruntuhan sebuah desa kuno di Irak pada tahun 1948.Seiring dengan penyebaran manusia dan tanaman gandum itu sendiri, maka gandum dianggap sebagau makanan pokok dan menyebar ke bagian afrika selatan, amerika selaran, amerika serikat, australia, Canada dan eropa timur. Penyebaran ini menyebabkan bebrapa varietas dan jenis gandum semakin beragam bergantung pada lokasi san masa tumbuhnya.
KANDUNGAN GIZI DALAM 100 GR TERIGU
Nama Bahan Makanan : Tepung Terigu
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Tepung Terigu yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Tepung Terigu yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Tepung Terigu = 365 kkal
Jumlah Kandungan Protein Tepung Terigu = 8,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Tepung Terigu = 1,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Tepung Terigu = 77,3 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Tepung Terigu = 16 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Tepung Terigu = 106 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Tepung Terigu = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Tepung Terigu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Tepung Terigu = 0,12 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Tepung Terigu = 0 mg.
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Tepung Terigu yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Tepung Terigu yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Tepung Terigu = 365 kkal
Jumlah Kandungan Protein Tepung Terigu = 8,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Tepung Terigu = 1,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Tepung Terigu = 77,3 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Tepung Terigu = 16 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Tepung Terigu = 106 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Tepung Terigu = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Tepung Terigu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Tepung Terigu = 0,12 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Tepung Terigu = 0 mg.
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
FUNGSI TERIGU
Tepung terigu sebagai salah satu bahan pangan populer tentu saja memiliki banyak manfaat di dalamnya. Dan bahkan meski terigu diperoleh dari beberapa tahap pengolahan, gizi dari terigu pun tetap ada. Terigu mengandung karbohidrat (zat pati) yang cukup tinggi, protein, asam folat, vitamin E, asam lemak esensial, vitamin B, dan serat.
Berdasarkan zat protein yang dikandungnya, tepung terigu dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tepung terigu protein tinggi, tepung terigu protein sedang, dan tepung terigu protein rendah. Semakin tinggi kadar proteinnya, semakin tinggi pula kadar kekenyalannya. Karena itu, tepung terigu yang paling cocok untuk membuat mie, roti, atau pasta adalah terigu berprotein tinggi.
Source : http://www.kerjanya.net/faq/17860-tepung-terigu.html
KARAKTERISTIK
Menurut Matz (1972), tepung terigu merupakan tepung yang diperoleh
dari biji gandum (Triticum vulgare) yang digiling. Keistimewaan tepung terigu
jika dibanding dengan serealia lainnya adalah kemampuannya dalam
membentuk gluten pada adonan ini menyebabkan elastis atau tidak mudah
hancur pada proses pencetakan dan pemasakan.
Sumber : e-journal.uajy.ac.id
Sumber : e-journal.uajy.ac.id
3. DAUN PANDAN
Daun pandan adalah jenis daun-daunan berbentuk lancip panjang dan memiliki sudut siku pada bagian daunnya. Daun pandan merupakan jenis daun yang digunakan untuk masakan. Daun pandan berwarna hijau dan warna hijau daun pandan digunakan sebagai pewarna alami makanan. Daun pandan berserat halus dan mudah dibuat campuran dalam masakan. Daun pandan mudah ditemukan bahkan terkadang tumbuh di media pot. Tidak hanya bermanfaat banyak, daun pandan juga cantik dipajang dan dijadikan dekorasi halaman rumah. Daun pandan tidak terlalu susah ditemukan di pasar namun lebih baik menyediakan tanaman pandan di rumah karena jarang dijual dalam jumlah sedikit. Daun pandan berbau harum tetapi tidak mempunyai rasa yang khas.
Daun pandan mengandung zat saponin, polifenol, alkaloida, dan zat warna hijau. Daun pandan bagus untuk mengobati rematik, penyakit saraf, dan penyakit otot misal pegal-pegal. Daun pandan juga bagus digunakan untuk aroma terapi dalam spa. Selain digunakan dalam bidang kesehatan, daun pandan juga berfungsi sebagai penambah aroma dalam masakan dan penambah warna hijau. Penggunaan daun pandan umumnya dilakukan pada masakan bersantan seperti kolak. Sedangkan zat warna hijau digunakan untuk mewarnai kue basah. Daun pandan juga berfungsi untuk mengharumkam nasi agar lebih wangi dan sedap. Daun pandan juga digunakan penghias makanan agar lebih cantik. Daun pandan digunakan sebagai alas untuk mengukus tanaman atau penghias tumpeng.
Mengolah daun pandan cukup mudah. Anda bisa menyimpan daun pandan di lemari es atau membiarkan dalam pot baru dipetik ketika akan digunakan. Daun pandan bisa digunakan sebagai pewarna makanan. Caranya adalah daun pandan digiling dengan sedikit air dan diperas sampai mengeluarkan zat warna hijau. Esens hijau tadi ditambahkan dalam adonan agar kue berwarna hijau.
Penggunaan daun pandan untuk penambah aroma juga relatif mudah. Daun pandan yang sudah dicuci bersih kemudian diikat atau dipotong besar lalu dimasukkan dalam rebusan santan atau nasi yang baru ditanak. Dengan begitu, aroma harum daun pandan akan menyebar dalam masakan.
Kandungan dan Khasiat Daun Pandan Wangi Bagi Kesehatan - Daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) termasuk genus Pandanus dari suku Pandanaceae. Suku Pandanaceae mempunyai marga antara 200 hingga 300 jenis, terbagi dalam tiga marga utama, yaitu Pandanus, Freycinetia, dan Sararanga, yang tersebar di daerah tropika, di tepi-tepi pantai dan sungai-sungai (Tjitrosoepomo, 2002). Pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Bangka dan tersebar luas di daerah Asia Tenggara.
Taksonomi tumbuhan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Taksonomi dari tumbuhan daun pandan wangi dapat dituliskan sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Filum : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledone
Ordo : Pandanales
Famili : Pandaneceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus Amaryllifolius Roxb.
(Tjitrosoepomo, 2002)
Budidaya tanaman ini umumnya dilakukan di pekarangan rumah, di samping untuk tumbuhnya tidak membutuhkan tanah yang luas juga memudahkan sewaktu pemetikan karena daun pandan wangi sering dimanfaatkan sebagai pewangi dan pemberi zat warna hijau pada makanan dan minuman. Bagi pecinta flavor dan zat warna alami, daun pandan wangi merupakan salah satu alternatif yang aman untuk dikonsumsi (Tjitrosoepomo, 2002). Tanaman ini mempunyai daun yang selalu hijau sepanjang tahun. Batangnya bulat, dapat tunggal atau bercabang-cabang dan mempunyai akar udara atau akar tunjang yang muncul pada pangkal batang. Helaian daun berbentuk pita, memanjang, tepi daun rata, ujung daun meruncing. Daun berwarna hijau dan tersusun secara spiral pandan wangi dikenal dengan nama berbeda di tiap daerah. Penduduk Jawa menyebutnya pandan rampe, pandan seungit, atau paandan room. Penduduk Sumatra menyebutnya seuke bangu, seuke musang, pandan jau, pandan bebau, pandan harum, pandan rempai, atau pandan musang. Penduduk Maluku mengenalnya dengan nama kela moni, ormon foni, pondak, pondakim atau pudaka. Penduduk bali menyebutnya pandan arrum (Kurniawati, 2010).
Comments
Post a Comment