food terminology 4

1.Kalio dagiang


Kalio adalah sebutan dari rendangsetengah jadi, yang masih berwarna kecoklatan dibanding rendang yang berwarna cokelat kehitaman. Kaliobertekstur lengket dan basah dengan aroma karamel yang kuat, sementara rendang lebih kering, bertekstur kasar, dan mengeluarkan aroma rempah yang tajam. Umumnya kalio dijual sebagai rendang di Rumah Makan Padang di luar Sumatra Barat karena durasi memasak lebih pendek sehingga lebih praktis dan ekonomis untuk disajikan. Selain itu, rasanya tidak terlalu pedas dan daging yang dimasak juga tidak sekeras rendang. Seperti juga rendang, isi kalio biasanya daging sapi, ayam, limpa, hati sapi atau jengkol. Hati, limpa, jengkol, dan kentang biasanya lebih banyak dimasak menjadi kalio karena sering hancur saat diaduk dan terlalu keras saat sudah menjadi rendang.



2. Cancang


Cancang adalah makanan khas Minangkabau, kamu bisa menemukannya di rumah makan Padang. Bahan utamanya adalah daging yang dipotong kecil-kecil lalu dimasak jadi gulai. Selain menggunakan daging sapi, ada juga yang pakai daging kambing sebagai bahan utamanya. Biasanya, daging yang digunakan untuk memasak cancang adalah daging yang berlemak. Jadi, kamu bisa bayangin deh berapa banyak kolesterol di dalam makanan ini. Kalau kamu mencium aroma cancang, pasti bakalan tergugah nafsu makannya. Aroma khas bumbu Padang yang wangi bener-benar mantab. Warna dari cancang ini pun juga menggoda, bikin kita ingin segera menghabiskannya.


3. Sate lokan


sate kerang atau dalam bahasa lokal disebut sate lokan, sate ini berbahan dasar kerang yang umumnya berasal dari jenis kerang hijau. daging kerang ini memiliki warna kuning pucat. Namun, ketika dimasak atau dipanaskan, warna daging akan berubah menjadi oranye kemerahan.
Seperti umumnya pengolahan sate khas Minangkabau, daging kerang terlebih dahulu direbus dengan dibumbui cabai merah, bawang putih, bawang merah, ketumbar, merica, jintan, jahe, kunyit, sereh dan langkuas yang telah ditumbuk halus. Setelah matang, daging kerang ditusuk dengan bambu dan dibakar hingga kecokelatan. Sate yang telah matang disajikan dalam piring beralas daun pisang dengan siraman kuah kental.



4.Kalio jariang



Ternyata, bukan cuma masakan khas Betawi saja lho yang punya jengkol, Padang pun juga punya. Bedanya, kalau Betawi biasanya dimasak semur jengkol, kalau di Padang, jengkol diolah jadi semacam gulai gitu. Cara membuatnya mirip seperti masakan padang lainnya. Bedanya cuma di bahan bakunya yang menggunakan jengkol. Resepnya adalah, jengkol dipukul dan dipipihkan, baru kemudian dimasak bersama bumbu gulai Padang. Bau jengkol dibiarkan menyatu dengan aroma rempah bumbu gulai. Perpaduan jengkol dan gulai khas ini akan memberikan aroma yang nikmat. Cocok banget dimakan bersama dengan ketupat atau lontong.




5. Planai rinuak


Palai Rinuak merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Makanan ini terbuat dari bahan dasar ikan rinuak yang diolah dengan bumbu rempah dan parutan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian dimasak dengan cara dikukus. Ikan ini memiliki rasa gurih dan hanya ditemukan di daerah Maninjau, namun ikan rinuak dapat diganti dengan ikan teri apabila sulit ditemukan. Ikan Rinuak ini dapat diolah menjadi berbagai macam jenis masakan seperti digoreng balado, dipepes, dibuat perkedel, keripik dan dibuat menjadi gulai.




6.Angeun lada


Angeun Lada, adalah satu dari sekian banyak kuliner khas masyarakat Banten. Hidangan yang satu ini merupakan hidangan yang berakar dari masyarakat Sunda di Banten yang tersebar di daerah Serang bagian selatan, Pandeglang, dan Lebak. Angen berarti sayur, Lada berarti pedas. Bahan utamanya adalah daging sapi bagian babat, yang diracik dengan bumbu-bumbu khas sunda seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan kencur.
Rasa khasnya, berasal dari daun walang yang membuat masakan beraroma kuat. Daun Walang dalam bahasa ilmiahnya adalah achasma walang (blum) val, jenis tumbuhan dengan tinggi sekira 2 meter. Walang dalam bahasa masyarakat Banten berarti serangga, ada serangga beraroma kuat yang disebut dengan walang sangit. Karena beraroma kuat itulah daun tersebut disebut Daun Walang.



7. Rebeg

Sejarahnya panjang. Ketika Raja Banten Sultan Maulana Hasanuddin naik haji, kota pelabuhan yang pertama didarati di tepi Laut Merah adalah Rabiq (juga dieja sebagai Rabigh). Ini adalah sebuah kota kuna yang sebelumnya bernama Al Johfa. Pada awal abad ke-17, kota ini hancur karena ombak, dan dibangun kembali menjadi kota indah dengan nama baru Rabiq. Sultan Banten sangat terkesan dengan keindahan kota itu. Beliau juga sempat bersantap dengan lahap di kota itu setelah berminggu minggu mengarungi samudra.

Comments