Mengapa daging ikan berwarna merah, putih, dan orange
Mengapa Daging Ikan Berwarna Merah?
Penyebab
utama antara daging putih dan daging merah adalah kandungan pigmennya,
dimana mioglobin menjadi pigmen utama yang terdapat pada daging merah
(Winarno, 1984). Menurutnya myoglobin mirip dengan hemoglobin berbentuk
lebih kecil, yaitu kira-kira satu per empat bagian dari besar
hemoglobin. Satu molekul myoglobin terdiri dari satu rantai polipeptida
yang terdiri dari 150 buah asam amino.
Berdasarkan
sifat fisiknya, myoglobin merupakan bagian dari protein sarkoplasma
daging, bersifat larut dalam air dan laruta garam encer (Clydesdale dan
Francis, 1976 dan Kramlich et al (1973) menjelaskan beberapa faktor yang
mempengaruhi jumlah hemoglobin dan myoglobin pada daging antara lain 1)
tingkat aktivitas jaringan, 2) suplai darah, 3) tingkat kebutuhan
oksigen serta 4) umur dan spesies.
Karotenoid
merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, oranye, dan merah serta
larut dalam minyak (Winarno, 1984). Karotenoid merupakan grup pigmen
yang terdapat pada kulit, alat-alat dalam tubuh ikan dan bagian-bagian
lainnya dari ikan (Simpson, 1962). Selanjutnya dinyatakan bahwa ikan
tuna termasuk jenis ikan yang banyak mengandung karotenoid. Kandungan
pigmen ini disebabkan karena beberapa jenis ikan dapat mengkonsumsi
ikan-ikan lain atau kerang-kerangan yang lebih kecil yang mengandung
karotenoid. Pigmen yang telah diisolasi dari grup ikan tuna adalah
”tunaxanthin” dan pigmen tersebut merupakan karakteristik utama
ikan-ikan laut pada umumnya (Simpson,1962).
Xiong
(2000 yang diacu Nakai, 2000) menyatakan bahwa protein kolagen
merupakan serabut sarkoplasma yang penting adalah miogobin yang sangat
berperan dalam warna merah ada daging. Molekul mioglobin terdiri dari
dua bagian yaitu: bagian protein (globin) dan bagian nonprotein (heme).
Selanjutnya dinyatakan bahwa kandungan mioglobin dalam tiap daging
berbeda tergantung jenisnya.
Pada
jenis daging ikan tuna yang memiliki 2 jenis daging yaitu putih dan
gelap, justru daging-daging putihlah yang tinggi histaminnya sedangkan
daging yang merah jauh lebih sedikit. Untuk konsumsi manusia daging
merah lebih aman daripada daging putihnya bila dipandang dari segi
histamin. Mengapa daging merah kecil kandungan histaminnya, hal itu
disebabkan daging merah tinggi kandungan trimetil amina oksida (TMAO)
yang berfungsi menghambat proses terbentuknya histamin (Winarno, 1993).
* Mengapa Daging Ikan Berwarna Putih?
Histamin adalah senyawa yang terdapat pada daging ikan dari famili Scombroidae, subfamili Scombroidae, atau ikan lain yang telah membusuk yang di dalam dagingnya terdapat kadar histamin yang tinggi. Histamin di dalam daging diproduksi oleh hasil karya enzim yang menyebabkan pemecahan histidin yaitu enzim histidine dekarboksilase. Melalui proses dekarboksilase (potongan gugus karboksil) dihasilkan histamin. Satuan kadar histamin dalam daging tuna dapat dinyatakan ppm (Hadiwiyoto, 1993).
Ada
3 jenis bakteri yang mampu memproduksi histamin dari histidine dalam
jumlah tinggi yaitu: Proteus marganii (bigeye, skipjack), Enterobacteri
aerogenes (skipjack), dan Clostridium pefringens (skipjack). Hampir
semua mikroba pembentuk histamin bersifat garam negatif dan berbentuk
batang. Enzim lebih stabil dibandingkan bakteri pada suhu beku dan dapat
reaktif dan sangat cepat setelah thawing (FDA, 1998). Histamin dapat
terakumulasi di dalam daging ikan karena adanya kesalahan penanganan
bahan baku sebelum dan sesudah pembekuan. Salah satu enzim yang masih
terdapat sebelum pembekuan pada ikan, hal ini dapat meneruskan
pembentukan histamin di dalam daging ikan tanpa memperhatikan sel
bakteri yang injury selama penyimpangan beku (Baranowski et al, 1998).
• Mengapa Daging Ikan Berwarna Orange?
Secara nutrisi, ikan ini mengandung proteindan vitamin D yang tinggi.[3] Ikan ini juga mengandung kolesterol dengan kadar yang bervariasi antara 23–214 mg/100 g tergantung spesiesnya.[4] Ikan salmon yang telah dimasak mengandung DHA antara 500–1500 mg dan EPA antara 300–1000 mg per 100 gram sajian.[5]
Ikan yang dibudidayakan mengandung kadar dibenzodioxin dan polychlorinated biphenyldengan kadar hingga 8 kali ikan salmon yang ditangkap di alam liar[6] meski masih jauh di bawah kadar yang dikategorikan membahayakan.[7][8] Meski demikian, manfaat memakan ikan salmon bagi kesehatan dikatakan jauh melebihi risikonya.[9]
Sumber:
https://andihakim31.wordpress.com/2010/06/07/mengapa-daging-ikan-berwarna-merah-atau-putih/amp/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Salmon_(makanan)
https://andihakim31.wordpress.com/2010/06/07/mengapa-daging-ikan-berwarna-merah-atau-putih/amp/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Salmon_(makanan)
Daging ikan salmon secara alami berwarna jingga kemerahan karena keberadaan pigmenkarotenoid astaxanthin dan canthaxanthinyang didapatkan ikan salmon dari krill dan zooplankton.[10] Ikan
salmon hasil budi daya tidak mendapatkan pakan alami tersebut dan
dagingnya berwarna pucat, sehingga pakan ikan salmon budi daya
ditambahkan pewarna identik astaxanthin (E161j) dan canthaxanthin
(E161g) untuk memberi warna pada dagingnya dan menarik minat konsumen.
Alternatifnya adalah dengan memberikan pakan yang sesuai seperti udang
namun cukup mahal. Alternatif lainnya yaitu menggunakan ekstrak ragi merah (Phaffia rhodozyma) yang memberikan pigmen yang sama.[11] Namun asupan pigmen canthaxanthin yang berlebihan bagi manusia dapat mempengaruhi kesehatan mata.[10]
Daging salmon mentah dapat mengandung nematoda Anisakis, parasit yang mampu menyebabkan Anisakiasis.
Comments
Post a Comment